jump to navigation

Kita tidak miskin, kita masih bisa memberi pada orang lain April 26, 2008

Posted by amerikampungan in Uncategorized.
trackback

Sekalipun di Amerika berstatus sebagai orang miskin, tiga hari lalu saya memutuskan untuk meneruskan kebaikan yang pernah saya terima kepada orang yang membutuhkan. Kebetulan di apartmen saya ada stroller (kereta dorong bayi) yang sudah tidak terpakai lagi. Karena tidak ada orang yang kami kenal yang sedang membutuhkan stroller, kami putuskan untuk menawarkan stroller tersebut gratis pada siapapun juga yang butuh di boston.craigslist.org . Ini iklan yang kami pasang:

Free Stroller for those in need!
The Evenflo stroller and car seat (+ base) are a little bit old and the fabric’s color is a bit washed out, but they work just fine. We are the second owner and got them from a friend in used condition. We no longer need them as our baby has moved to Toddler’s carseat. Please e-mail me if you are interested. I would like to see them go to those who are in need and have little money (like me:)).

Keesokan harinya saya langsung menerima dua e-mail yang mengingatkan saya bahwa kemiskinan dan kesulitan uang itu ada di negara manapun, bahkan negara kaya seperti Amerika:

Hi my name is X i am writing to you on behalf of my best friend that is in desperate need. He is only 18 and his girlfriend is pregnant and due 6-7-07 but they said she is going to be due sooner now and he has a part time job working 4 hours a week for 10 bucks an hour and he needs all that he can get. I would hope you would be ok with passing it on to him. He would be very grateful. Thank you for your time.

Hi, my granddaughter is in need of a stroller. My daughter has been out of work for a while and is unable to buy her one. If the stroller is not already spoken for I would like to pick it up on Wednesday. My phone number is XXX-XXX-XXXX. Or you could just e-mail me. We are located in Y. Let me know.

Andaikan saya mempunyai dua stroller, dua orang ini akan saya beri masing-masing satu. Saya bersyukur bahwa di tengah kondisi keuangan pribadi yang juga seadanya, kami masih bisa memberi pada orang lain. Saya jadi teringat judul sebuah buku kecil yang pernah saya baca di Indonesia: “Nak, Kita tidak miskin, karena kita masih bisa memberi pada orang lain”, yang seolah-olah mendefinisikan ulang makna kekayaan: Kita “kaya” bukanlah ketika banyak uang, tetapi ketika kita membantu sesama. Dua hari kemudian penulis e-mail yang pertama itu datang pada kami. Dia mengambil stroller tersebut sambil berulangkali mengucapkan terimakasih. Saat memberikan stroller tersebut, saya sungguh merasa kaya…..

HT

Comments»

1. Mariani Sutanto - May 2, 2008

Pak, kata Khun oke kalo mau digabung ama punya Pak Joas or else, tapi musti yang sejenis kayak tata cara berak di Amrik itu. Kayaknya kisah itu yang bikin dia menghubungi bapak.

OK pak. Oya, kebaikan emang musti diterus-terusin. Salam dari Bu Tabita, beliau sehat-sehat sekarang.

2. mierz - May 5, 2008

hmm..
di amerika ada orang miskin juga yaw???
bapak kuliah yaw di amerika..
kayaknya enak neh kalo bisa datang ke amrik..