jump to navigation

Winter dan kaos kaki bau roti April 18, 2008

Posted by amerikampungan in Uncategorized.
trackback

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat pergantian cuaca dari Winter ke Spring atau dari Fall ke Winter adalah merancang baju apa yang akan dipakai. Cuaca bisa berganti-ganti, kadang hujan, kadang panas, kadang malah turun salju atau es. Salah pakai baju, menderitalah anda.

Saat itu Winter sudah akan habis, di luar turun hujan rintik-rintik, sedangkan saya harus pergi kuliah. Tapi karena saya yakin bahwa hujannya tidak akan terlalu dashyat, saya putuskan untuk tidak memakai sepatu boot (yang adalah sepatu wajib saat Winter) dan hanya memakai sepatu kets. Begitu menginjakkan kaki di luar gedung apartemen, mulailah saya menyesal, karena saya baru sadar bahwa hujan yang turun bukan sekedar air, tapi es! Tapi karena sudah bakal terlambat kuliah, saya putuskan berangkat saja ke bus stop dekat rumah untuk menunggu bis. Karena terburu-buru mengejar bis, dua kaki saya masuk ke kubangan air yang bercampur es di dekat bus stop, dan air bercampur es itu langsung meresap masuk sepatu kets saya. Begitu saya duduk di bis, langsung terasa luar biasa nyerinya kaki saya karena terendam air es (Bagi yang nggak percaya sakitnya, adakan percobaan ini: masukkan kaki anda ke baskom yang berisi air campur es. Kalau anda bisa tahan lima menit saja, saya angkat topi deh buat anda).
Di kelas saya terpaksa ikut kuliah dengan kaki basah kuyup. Karena lama2 nggak tahan, di tengah perkuliahan saya nyelonong keluar (di Amerika dosen rata2 cuek, anda bisa nyelonong seenaknya). Sebagai Teaching Assistant saya memiliki kantor sendiri, sehingga langsung saja saya masuk ke kantor saya, buka sepatu dan kaos kaki, terus ganti pakai sandal (yang memang saya simpan di kantor saya). Kaos kaki dan sepatu basah saya? Tidak kekurangan akal, langsung saja saya jemur di heater (tiap ruangan di Boston pasti memiliki heater untuk musim dingin) yang panasnya saya setel maksimal. Bereessss!

Masuk lagi di kelas, saya harus sedikit menanggung malu karena tahu2 berganti mengenakan sandal. Tapi saya setel cuek saja, langsung duduk di kursi dan mengikuti perkuliahan. Dalam hati saya memuji ide kreatif saya.

Usai perkuliahan saya lenggang kangkung kembali ke kantor saya. Mendekati kantor tiba-tiba tercium aroma harum seperti bau roti yang dipanggang. „Wahhh, ada yang lagi panggang roti nih….“ begitulah pikir saya. Tapi begitu saya buka pintu kantor, masya Allah…. ternyata bau roti panggang itu datang dari… kaos kaki saya yang sudah mulai berubah kecoklatan karena terbakar. Celaka! Langsung saya angkat kaos kaki saya yang untungnya belum betul-betul terbakar. Malam itu saya pulang dengan dua pelajaran penting: Jangan salah memakai sepatu saat Winter, dan jangan meninggalkan kaos kaki anda di atas heater! Bahaya!

Comments»

1. Indrianti - May 9, 2008

ha ha ha… untung nggak membakar SED BU..hahaha… dangerous man!!!

2. Dinda - November 25, 2008

hehehehe…ada-ada aja…
tinggal kasih selai strawberry kali yaa…. ^_^