To hug or not to hug, that is the question April 8, 2008
Posted by amerikampungan in Uncategorized.trackback
Setelah melalui pengamatan bertahun-tahun, akhirnya saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa semua bangsa di seluruh dunia ini sebetulnya bisa dibagi dalam dua kategori: Those who hug, and those who use their hands. Bukan, saya tidak sedang berbicara tentang sesuatu yang ngeres, saya sedang berbicara tentang friendly hug yang orang berikan ketika berpisah atau bertemu dengan sesamanya. Orang Indonesia, seperti halnya kebanyakan orang Asia, menurut saya adalah non-hugging people. We shake hands! OK…. untuk sesama kaum perempuan mungkin masih ada sedikit kecenderungan untuk memeluk dan cipika-cipiki. Tapi in general, menurut saya, kita lebih cenderung menahan diri dari memeluk. Orang Amerika, di lain pihak, adalah hugging people. Mereka lebih terbiasa memberikan pelukan, bahkan lintas gender*! Coba anda perhatikan poem di bawah ini, yg isinya menurut saya menggambarkan bagaimana orang Amerika memandang tentang pelukan.
A hug is a greeting when we meet to say hello,
Or to say goodbye when we have to go;
It can hold us up when life gets us down,
And makes us smile, instead of frown.
A hug can be given for no reason at all,
And given to those, both big and small;
We should all hug another to show we care,
For to feel a warm hug, nothing can compare.
So stretch those arms without delay
And give someone a hug today.
Nah, bentrokan kultur bisa terjadi ketika orang Indonesia dan Amerika bertemu dalam setting yang informal dan akrab. Saya, misalnya , secara rutin harus bertemu dengan sepasang suami istri orang Amerika yg saya sudah akrab. Tapi toh entah sudah berapa sering kita bertemu, saya tetap merasa kagok tiap kali hendak mengucapkan selamat jalan. Should I hug…..? Should I shake hands….? Should I just wait for them to initiate the body-hugging or hand-shaking motion? Dan semakin saya ragu2, kelihatannya mereka juga semakin ragu2… The tension is unbearable!!
Jadi kalau anda ingin seperti orang Amerika, berlatihlah memberikan pelukan. Tapi jangan salahkan saya kalau anda ditampar karena memeluk istri orang!
HT
* Disclaimer: Seperti halnya setiap usaha pengklasifikasian terhadap perilaku manusia, simplifikasi tak dapat dihindari. Saya tidak mengatakan bahwa setiap orang Amerika senang memeluk & dipeluk atau bahwa setiap orang Indonesia tak senang dipeluk, tapi bahwa … aw, you know what I mean…
Comments»
No comments yet — be the first.