Surat terbuka untuk Bung Bondan (2) April 6, 2008
Posted by amerikampungan in Uncategorized.trackback
Amarah saya masih menggelegak karena artikel2 anda yang menceritakan makanan2 enak tersebut (http://www.kompas.com/index.php/travel/jalansutra), dan saat ini saya ingin.. balas dendam (kalo kata tokoh2 di film silat, “Teachah… teach me kong fu… I want to take levenge”sambil kowtow berlutut di depan calon gurunya). Here’s my revenge…
Sebelum datang ke Boston salah satu makanan khas New England yang saya dengar dan saya incar adalah Lobster rebus. Saya tadinya mengira bahwa kita harus makan di restoran yg mahal untuk bisa makan lobster yang enak. Tapi ternyata tidak juga tuh… Mungkin sama seperti di Indonesia tempat makan yang enak kadang2 harus Amigos (Agak minggir got sedikit) dan bukan di restoran2 besar. Saya pernah makan lobster di restoran2 besar di Boston (Durgin Park dan Legal SeaFood), tapi saya tidak terlalu impressed. Karena itu ketika Summer tahun lalu seorang teman mengajak rame2 ke Rockport (kota di pinggir pantai sekitar 1 jam perjalanan dari Boston) utk makan lobster, saya tidak terlalu bersemangat. Tapi toh kami berangkat juga..
Setelah puas jalan2 di Rockport, teman saya langsung mengajak makan siang di tempat incarannya “Roy Moore Lobster”.
Tadinya saya kira restoran besar, ternyata tempatnya kecil dan hall depannya sumpek (bisa dilihat di foto di atas) karena di kanan kiri dijejali fish tanks yang terisi lobster2 dan ikan2 hidup yang baru ditangkap. Setelah ngantri cukup panjang karena saat itu sekitar jam makan siang, di ujung antrian kita ditanya, mau makan apa? Saya memilih 1 lobster ukuran medium dan clam chowder. Langsung saya diberi lobster yang baru saja direbus dengan butter di wadah plastik sambil ditunjukkan ruang makannya. Surprise, surprise… ternyata bagian belakang restoran ini adalah sebuah deck yang terbuka menghadap laut.
Langsung saja kami menyantap lobster rebus kami di deck belakang tersebut. Saya baru ngeh bahwa lobster segar itu ternyata rasanya heavenly, apalagi dicocol dengan butter cair yang tersedia sambil makan di pinggir pantai. Hmmmm… membayangkan saja saya langsung ngiler sekarang….. Lobsternya terasa padat tapi tidak alot, paduan rasa manis daging lobster dan butter yang agak asin2 itu betul2 Mak Nyuss waktu digigit… Nih saya kasih fotonya biar Bung Bondan dan para pembaca bisa merasakan penderitaan saya sewaktu membaca artikel2 JalanSutra (meskipun I suspect bahwa untuk Gourmand sekelas Bung Bondan kayaknya makan lobster beginian sih sudah biasa, tapi gak apa2 lah, at least pembaca di Indonesia bisa merasakan balas dendam saya).
Jadi… begitulah Bung Bondan… Balas dendam sudah saya laksanakan, semoga cerita dan foto2 di atas membuat pembaca merasakan penderitaan saya saat menikmati artikel2 anda..
Salam Ngilerrr,
HT



weleh weleh…….
sebuah gambar menimbulkan penderitaan yang memunculkan”dendam”
akupun kini merasakannya .
WADUHH….H