jump to navigation

Jika harus miskin, miskinlah di Amerika saja! March 31, 2007

Posted by amerikampungan in Uncategorized.
trackback

Di Indonesia dulu saya merasa gengsi kalo mengakui nggak punya duit, tapi Di Amerika ini dengan bangga saya memproklamasikan bahwa saya adalah orang miskin! Lengkap dengan pernyataan bahwa penghasilan saya di bawah standar, ada tanggungan istri dan anak satu. Mengapa demikian? Sederhana saja, supaya saya dapat tunjangan buat orang miskin (tapi saya nggak berbohong lho, berani sumpah saya memang betulan miskin utk ukuran Amerika).

Ini satu hal yang saya kagumi dari pemerintah Amerika Serikat: perhatian pemerintah terhadap fakir miskin besar sekali sehingga ada program macam2 utk membantu orang miskin. Saya jelas bukan WN Amerika, tapi toh waktu istri saya hamil, saya mendapatkan tunjangan susu, keju dan macam2 bahan makanan gratis (sampai sekarang). Kalau tidak bekerja, anda malah bisa melamar bantuan utk dapat uang tiap bulannya. Seorang teman Indonesia misalnya, berhasil mendapatkan uang $300 per bulannya plus ditambah kupon makanan (Food stamp) senilai $150 dari pemerintah, plus masih ditambah susu, keju dan macam2 makanan. Semuanya gratis! Dalam beberapa kasus anda bahkan bisa melamar utk dapat health insurance gratis, sehingga tiap ke dokter anda tak perlu bayar sepeser pun. Anak saya sejak lahir sampai sekarang tidak perlu membayar ongkos dokter apapun, padahal hampir tiap bulan kita ke dokter. Food Pantry, shelter ada dimana2 jika kita tidak punya tempat tinggal. 

Tapi kalau membandingkan dng keadaan negara kita, mau tidak mau saya merasa trenyuh. Sekalipun di UUD 1945 jelas2 tertulis bahwa “Fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh negara”, toh faktanya orang2 miskin Indonesia nggak ada yang ngopeni. Beberapa bulan lalu saya membaca sebuah cerita di Jawa Pos bhw seorang Bapak memilih bunuh diri karena dia sdh tidak tahan hidup miskin dan sakit-sakitan, tanpa bisa ke dokter karena tidak punya uang. Saya tidak bisa bayangkan perasaan putus asa yang sedalam apa yg dirasakan Bapak tsb sampai dia memutuskan bahwa mati adalah opsi terbaik baginya. Hhhhh… saya jadi ingat judul sebuah buku kecil yang saya lihat waktu saya pulang ke Indonesia 2 tahun lalu: “Orang miskin dilarang hidup di Indonesia“.

HT

Comments»

1. Nanik - June 22, 2007

Banyak orang Indonesia di Amerika yang hidup di bawah welfare walaupun hidupnya kecukupan. Budaya tidak jujur melaporkan pendapatan sehingga bisa dianggap tidak mampu.Banyak yang tidak melaporkan jumlah pendapatan yang sesungguhnya karena terima upah dibawah tangan dll, sehingga waktu lapor pajak, penghasilan cuma dibawah standard. Saya cukup mengenal banyak orang Indonesia yang mempraktekkan budaya ini. Sebagai pembayar pajak secara teratur kadang jengkel juga terhadap budaya aji mumpung dari sebagian orang kita. Welfare yang mereka terima adalah sebenarnya pajak2 yang dibayar oleh penduduk di Amerika yang benar melaporkan panghasilannya. Lucunya banyak yang bangga dapat welfare, gratis katanya. Waktu thanksgiving tahun lalu saya kenalan dengan suami istri dari Batam. Waktu di Indonesia punya restoran besar, menurut ceritanya dia sukses besar sehingga buka cabang juga di Singapore, sampai punya rumah di Singapore juga. Tahun lalu dia menang lotre greencard dan pindah ke Seattle. Sekarang ini hidup di Amrik dibawah welfare, $600 gratis setiap bulannya. Saya miris waktu dengar ceritanya. Punya uang cukup, tapi kurang jujur melaporkan kekayaannya supaya dapat welfare. Sedih saya, tapi apa mau dikata. Kejujuran rupanya hal yang sepele saja :( (

2. Beverly - July 8, 2007

Disini juga ngak perlu malu kalau miskin, banyak hal yang didapat kalau menyatakan diri tidak miskin. Dapat tunjangan dari pemerintah. Sekolah hampir gratis, apalagi kalau cacat, tiap bulan dapat uang, hmm entah di indo kapan ya bisa spt di luar negeri.

fakir miskin dan anak terlantar di pelihara negara, mana sempat negera memperhatikan hal tersebut, yang mereka giatkan keruk uang negara buat pelihara keluarga sendiri, gemukin perut sendiri:)

3. kris - October 24, 2007

Kalau di Indonesia bisa ada program-program seperti di Amerika, bisa-bisa penduduknya pingin jadi orang miskin semua.

Orang-orang berduwit di sini tidak malu memanfaatkan prgram-program subsidi dari pemerintah yang sebenarnya ditujukan bagi kaum miskin.

Pembenahan mental dan pola pikir masyarakat jauh lebih penting untuk dilakukan.

4. aprikot - November 7, 2007

jd percuma aja yah ada UU fakir miskin dipelihara negara, lah prakteknya, pejabat yg dipelihara negara, makin kaya saja mereka di Indo

5. cikcakdidinding - November 11, 2007

karena bunyi UUnya “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara” makanya fakir miskin n anak2 terlantar makin banyak dr waktu ke waktu, lha wong “dipelihara” toh, makanya kan makin banyak!!