Tatacara berak di Amerika June 8, 2006
Posted by amerikampungan in Uncategorized.trackback
Salah satu hal yang paling memberatkan buat saya untuk tinggal di Amerika adalah berak di WC umum. Tentunya yang menjadi masalah bukanlah kebersihan, karena WC umum disini rata-rata sangat bersih. Yang menjadi masalah adalah masalah cebok (membersihkan pantat setelah berak). Di Indonesia saya terbiasa cebok dengan tangan dan air, sedangkan orang Amerika cebok hanya dengan menggunakan toilet paper (tissue gulung di kamar mandi), dan hanya itulah yang tersedia di WC umum. Alhasil, hati (dan perut) saya merana kalau terpaksa berak di WC umum, karena rasanya jijay jika harus cebok dengan hanya menggunakan toilet paper. Untungnya (ini kata para ahli biologi) manusia adalah mahluk yang paling mudah beradaptasi. Jadi setelah beberapa saat, saya berhasil menemukan cara untuk beradaptasi dengan kondisi ini. Jadi bagi yang akan berdomisili di Amerika, inilah tatacara berak di WC umum (ala saya tentunya):
- Rata-rata WC umum di Amerika menyediakan tissue kertas tebal (paper towel) untuk mengeringkan tangan (kalau kebetulan di WC umum yg anda masuki tidak ada, ya… itu nasib anda). Tariklah tissue tsb. sepanjang lengan. Dan…. ehm… lebih baik pastikan saat itu tidak ada orang lain di WC, karena nanti anda dipelototi orang bule, dikira maling tissue.
- Basahi tissue tersebut dengan air sampai benar-benar basah. Bawa masuk ke dalam booth toilet anda.
- Laksanakan upacara buang hajat anda. Sambil berak, robek tissue panjang tersebut menjadi 4 bagian.
- Setelah selesai berak, bersihkan pantat anda dengan bergantian menggunakan toilet paper kering (yg sudah ada di dalam), dan tissue basah (yang anda bawa masuk).
- Jangan membuang tissue kertas tebal (yang anda bawa masuk) ke dalam lubang toilet, karena membuat mampet. Bungkus semua tissue tersebut, bawa keluar (lebih baik waktu nggak ada orang) dan buang di tempat sampah. Aman!
- Jangan lupa berdoa mengucap syukur karena anda berhasil berak dan cebok dengan bersih, tidak seperti orang bule yang cebok keringan…. Hiiiiiii…..
HT
Hari,
Aku nambahin 2 info lagi ya soal menggunakan WC di Amrik (atau di pesawat, hotel, dll)
1. Biasanya dalam WC juga disediakan kertas tipis yang bentuknya mengikuti tatakan/tempat duduk kita kalau sudah mau in-action. Nah, fungsi kertas itu adalah untuk menutupi tatakan itu jadi kulit kita yang sensitif tidak harus terkontaminasi dengan bekas dudukan orang sebelum kita. So dijamin kulit paha kita akan tetap baik dan benar. Kalau seandainya kertas itu tidak ada atau kita malas menggunakannya apalagi kalau sudah kebelet… yah tetaplah dilap dulu dudukan itu … tapi kalau betul-betul kebelet… yah go ahead-lah. Namanya juga mules.
2. Flush [semburan air:)] di lubang WC juga tidak selalu manual. Semakin banyak yang otomatis. So, sesudah acara pembersihan diri gak usah bingung kalau udah mencari tombol di sana-sini tak kunjung ketemu. Sabar aja, biasanya dengan segera tombol otomatis itu akan beraksi dan membuang semua buangan kita ke tempat pembuangan kekal. Tapi kalau pas lagi sial dan tombol otomatis itu tak kunjung berfungsi coba cek di bagian bawah belakang closet tersebut biasanya ada tombol yang bisa dipencet dan air akan keluar. Kalau ternyata tak ada… adduuhh pasti anda akan merasa gusar, malu, bingung, belum lagi aroma yang semakin memenuhi ruangan… belum lagi kalau ada orang yang antri menunggu hendak menggunakan toilet itu sesudah anda… kalau anda mengalami kejadian ini… sebenarnya yang paling kasian adalah orang sesudah anda… Lalu, bagaimana? Gak tahu ah…
baunya udah makin menyengat. So, gut lak!
Salam kenal dari Yogya. Namanya siapa sih, cuman tau inisialnya aja nih. Saya link ya blognya? Very interesting. Syukurlah dimuat tata cara pup di sana, siapa tau bisa nyasar ke sana suatu waktu… Tabik.
sederhana (mungkin bagi orang lain sepele) tapi info seperti ini penting.
untuk ibu mariani sutanto (#2)di yogya saya doain semoga bisa nyasar ke amrik. hhehehhe
harazaki
tau tatacara berak orang eximo ga?????